SKA (sertifikat keahlian) Arsitek

Untitled-1 copy copy

Mengapa Arsitek harus ber-SKA ?

Undang – Undang No 18 Tahun 1999, tentang JASA KONSTRUKSI :

Memberlakukan Perencana konstruksi dan pengawas konstruksi orang perseorangan harus memiliki sertifikat keahlian (SKA) dan mulai berlaku 1 (satu) tahun terhitung sejak diundangkan (tahun 2000). Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) merupakan Asosiasi Profesi terakreditasi di Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN) untuk memproses sertifikat keahlian (SKA).

“BERHATI -HATILAH kepada konsumen / CLIENT yang menggunakan jasa design atau gambar kepada yang bukan ahlinya dan yang belum bersertifikat ( SKA )”

Sertifikasi keahlian ( SKA ) merupakan suatu bentuk pengakuan kompetensi seorang arsitek di Indonesia. Arsitek ber-SKA berarti sudah certified dan registered architect tercatat di LPJKN (sesuai dengan kacamata hukum Indonesia)

SKA merupakan syarat untuk mendapatkan lisensi untuk berpraktek arsitektur di Indonesia (Licensed Architect), terutama bagi daerah yang sudah menerapkannya dalam PERDA masing-masing. (Contoh: Jakarta dengan IPTB-nya dan beberapa daerah lain yang menyebutnya dengan SIBP)

Nah, sedikit banyak sudah tau kan apa pentingnya SKA? Arsitek yang sudah lulus dari perguruan tinggi dan belum memiliki SKA ibarat seorang yang kuliah kedokteran yang baru lulus di perguruan tinggi dan belum KOAS serta belum mendapatkan gelar dokter.

“bayangkan… apa mau teman -teman sekalian di periksa sama orang yang belum mendapatkan sertifikasi keahlian”

“bayangkan juga, apa mau teman – teman sekalian ngeluarin uang yang jumlahnya tidak sedikit untuk rumah yang teman – teman Huni, tetapi tidak terjamin keamanan strukturnya, dan kenyamanannya”

sumber : klik disini

Ilustrasi 

12507438_1214311175262049_6900328717506634279_n

img_88223

 

Exhibition booth event

bism

Selamat malam teman – teman semuanya, sukses selalu, sehat selalu dan bahagia selalu.

kali ini saya akan share project yang sedang kita kerjakan, bukan rumah gedung atau stadion.. tapi kali ini kami menangani project exhibition.

sebuah tantangan baru buat kami, dimana kami menyatukan sebuah konsep yang diinginkan klien yakni menciptakan suasana perkotaan dengan jalan – jalan yang harus dituangkan menjadi sebuah booth pameran.

2 copy

Exhibition Booth Kebutuhan promosi adalah merupakan sebuah kebutuhan primer bagi sebuah perusahaan dalam memasarkan berbagai macam jenis produk dan jasa mereka, salah satu bentuk promosi yang paling umum adalah melalui pameran (exhibition). Sebuah Pameran (exhibition) merupakan sarana yang cukup efektif bagi perusahaan dalam mengenalkan dan memasarkan produk dan jasa nya kepada masyarakat luas.

untuk itu kami Arsitek Studio memberanikan diri ikut dalam penyedia jasa design untuk Exhibition booth ini.

6 copy

VIEW 1

B

VIEW 2

4 copy

VIEW 3

C

VIEW 4

Hunian Mungil 2 Lantai

Karya kami diawal tahun 2016 ini adalah proposal desain untuk  salah satu perusahaan Developer di Indonesia yang tentunya tidak bisa kami sebutkan. Maaf pembaca karena itu melanggar kode etik.

4

Desain ini adalah hasil pemikiran dari Divisi perencanaan dimana menciptakan sebuah hunian Type 60 diatas tanah 72 tetapi 2 lantai. Sistem ini kami pilih dengan acuan bahwasanya dengan budget minimpun konsumen dapat memiliki hunian 2 lantai tanpa harus merenovasi.

2

Warna yang kami pilih adalah warna cerah sehingga ruangan tidak terkesan sempit dan suram. Untuk memberikan kesan funky, di beberapa sudut  diberikan warna-warna terang untuk memberikan kesegaran pada ruangan, serta tidak lupa kami sertakan secondary skin pada fascade luar agar terik sinar matahari siang hari tidak mengganggu kenyamanan didalam ruangan.

Sekian penjelasan kami dan semoga pembaca dapat menikmati hasil karya kami untuk tema Hunian mungil 2 lantai